Recent Post
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Diet, Senjata Utama Penanganan Anak Autis

SEMARANG--Diet secara teratur bisa menjadi senjata utama penanganan terhadap anak penderita autisme, kata peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, S.A. Nugraheni."Langkah ini biasanya belum terpikirkan oleh para orang tua yang memiliki anak autis," katanya usai menyampaikan hasil penelitian tentang "Perubahan Perilaku Anak Autis Pascaintervensi Diet Bebas Gluten Bebas Casein", di Semarang, Kamis.
Berdasarkan penelitian, katanya, sebagian besar anak autis, terutama pada tingkat lanjut, memiliki respons yang baik ketika mendapat makanan rendah kadar gandum, susu, dan produk sejenisnya. Beberapa hasil penelitian lainnya juga menyebutkan bahwa jenis makanan yang harus dihindari oleh penderita autis adalah makanan yang mengandung gluten, casein, glukosa, dan lemak. "Namun belum ditemukan bukti otentik," katanya.
Pihaknya dibantu peneliti dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, masing-masing M. Hakimi dan Y. Prawitasari, berinisiatif meneliti pengaruh diet bebas casein dan gluten terhadap perubahan perilaku anak-anak autis. "Kami melakukan konseling terhadap para orang tua yang memiliki anak autis secara mendalam melalui modul dan buku-buku tentang makanan yang bebas gluten dan casein yang dilakukan setiap dua minggu sekali selama tiga bulan," katanya.
Ia mengatakan, konseling tersebut perlu terus menerus untuk memonitor apakah diet bebas gluten dan casein masih dijalankan mereka. Hasil pengamatan, katanya, ternyata menunjukkan perubahan perilaku yang positif secara signifikan.
Dugaan sebelumnya, katanya, faktor psikologis memegang peranan penting terhadap timbulnya gejala autisme. Namun, katanya, berbagai penelitian dalam bidang metabolisme menunjukkan banyak anak autis yang mengalami berbagai gangguan metabolisme."Gangguan metabolisme yang banyak ditemui pada anak autis di antaranya alergi terhadap berbagai jenis makanan, pertumbuhan jamur dan 'yeast' yang berlebihan, gangguan pencernaan, dan keracunan logam berat," katanya.
Selain itu, katanya, terdapat kelainan yang ditemukan di usus anak autis berupa lubang-lubang kecil di mucosa usus dan meningkatnya permeabilitas usus yang dikenal dengan nama "leaky gut". Ia mengatakan, gluten (protein dari gandum) dan casein (protein dari susu sapi), keduanya adalah protein yang susah dicerna (peptide), terutama karena kebocoran mukosa usus yang berakibat masuk ke sirkulasi darah.
Namun, katanya, peptide tersebut tidak lama berada dalam darah, karena sebagian dari peptide itu dikeluarkan lewat urine dan sebagian lainnya masuk ke otak yang akan menempel pada reseptor opioid. "Apabila sudah seperti itu, peptide ini akan berubah fungsi menjadi morfin yang dapat memengaruhi fungsi susunan syaraf pusat, sehingga timbul gangguan perilaku," kata Nugraheni. ant/kpo


sumber : klik disini

Ide Makanan Sehat untuk Anak Autis

Anak-anak dengan gangguan spektrum autis, kerap memiliki masalah untuk mengonsumsi makanan tertentu. Misalnya, ada masalah gangguan pencernaan yang menyebabkan mereka mesti menghindari kandungan tertentu seperti gluten dan kasein. Atau problem alergi pada jenis makanan, maupun masalah sensori yang membuat mereka menghindari tekstur makanan tertentu.



Misalnya, ada yang sensitif terhadap makanan yang panas, dan menyukai makanan dingin, atau sebaliknya. Ada juga yang menyukai tekstur ‘crispy’, dan menghindari apapun yang bertekstur lembek. Buntut-buntutnya, Bunda kesulitan menyiapkan makanan yang disukai si kecil, atau terjebak dengan rutinitas makanan yang itu-itu saja, sehingga anak pun menjadi bosan. Kan tak mungkin, si kecil disuguhi kentang goreng atau ayam terus-terusan?
Saat ini, di supermarket sudah tersedia pilihan bahan makanan yang bebas gluten dan kasein (CFGF). Merek seperti Orgran, menyediakan varian bahan makanan CFGF, mulai dari bahan pasta beras, spaghetti dari jagung, tepung bebas gluten dan kasein untuk membuat roti, pizza serta pastry, hingga remah tepung bebas gluten-kasein.


Namun, tak bisa dipungkiri bahwa bahan makanan maupun makanan jadi yang khusus untuk diet autistik tersebut memang tak murah. Beberapa solusi yang dapat diterapkan untuk menyiasati hal ini adalah dengan kreatif memanfaatkan bahan makanan yang terdapat di sekitar kita. Misalnya, untuk pengganti cemilan berbahan tepung, Bunda dapat mengolah jagung, ubi, sagu, kentang dan singkong sebagai selingan. Keripik singkong dan kentang, kue-kue dari tepung beras, berondong jagung atau popcorn, puding dari konyaku/rumput laut tanpa gluten, buah-buahan segar yang dibekukan (jika si kecil gemar makanan dingin) atau smoothies buah, bisa menjadi pilihan. Cermatilah apa yang menjadi kesukaan anak. Buat list makanan yang disukai dan tidak, serta yang harus dihindari dan dibolehkan. Sereal bebas gluten dan dairy saat ini juga dijual di beberapa supermarket tertentu, dapat menjadi alternatif untuk sarapan, disertai dengan susu beras atau susu kedelai. Beberapa brand, seperti Enviro Kidz, menyediakan pilihan sereal CFGF.



Terakhir, jangan lupa untuk mengecek kandungan maupun label nutrisi yang terdapat di bahan makanan tersebut. Pastikan bahwa kandungan gula, sodium, serta bahan lainnya (apakah mengandung kacang, pewarna, atau tambahan lainnya) yang mungkin harus dihindari bagi diet si kecil. Selamat berkreasi dan mencari ide!

sumber: disini



Anak Autis Perlu Diet

AUTISMA pertama kali dipublikasikan oleh Leo Kanner (1943) seorang dokter kesehatan jiwa anak. Ia mengamati perilaku anak-anak yang dijadikan objeknya, namun yang sangat menonjol adalah anak-anak ini sangat asyik dengan dunianya sendiri. Seolah-olah mereka hidup dalam dunianya sendiri dan menolak berinteraksi dengan orang disekitarnya. Orang Amerika menyebut anak ini dengan sebutan anak peri (berbicara sendiri).
Autisme berasal dari bahasa Yunani Autos yang berarti aku. Atau sikap yang sangat mengarah kepada diri sendiri. Autisme adalah suatu gangguan atau kelainan otak yang mengakibatkan hilangnya atau berkurangnya kemampuan seseorang untuk berkomunikasi, berhubungan dengan sesama dan memberikan tanggapan terhadap lingkungan.
Banyak literatur menyebutkan bahwa autis berhubungan dengan gangguan susunan syaraf pusat, gangguan sistem pencernaan, peradangan dinding usus, faktor genetik, keracunan logam berat, faktor psikodinamik keluarga dan faktor imunologi
Autis bisa terjadi pada siapa saja tanpa melihat perbedaan status sosial ekonomi, pendidikan, golongan etnik maupun bahasa. Tingkat kejadian autis meningkat dari tahun ke tahun.
Pada tahun 1989 hanya tercatat 2 pasien autistik di Poliklinik Jiwa Anak RSCM Jakarta. Sebelas tahun berikutnya, tahun 2000 tercatat 103. Menurut perkiraan dari dr. Melly Budhiman, psikiater anak dan Ketua Yayasan Autisma Indonesia, bila 10 tahun yang lalu jumlah penyandang autisma diperkirakan satu per 5000 anak, sekarang meningkat menjadi satu per 500 anak. Untuk mengurangi gejala dari autis maka salah satunya adalah dengan diberikanya intervensi dietnya.
Intervensi diet dimaksudkan untuk menghilangkan atau mengurangi gejala autisme, meningkatkan kualitas hidup, serta memberikan status nutrisi yang baik .

Macam Diet
Diet bebas gluten dan casein (Gluten free, casein free) Diet ini dengan cara menghindarkan semua produk yang mengandung gluten seperti biskuit, mi, roti, kue, makaroni, spageti, cake atau makanan kemasan lain dari terigu. Sedangkan casein diperoleh dari makanan atau minuman yang mengandung susu sapi, seperti keju, mozarella, butter, atau permen, mentega dan yogurt.
Diet tanpa gluten dihentikan apabila pertumbuhan jamur candida di usus dalam batas normal. Pertumbuhan candida bisa dilihat dengan pemeriksaan feses.
Efek diet bebas casein (susu) dilakukan dengan menjauhkan semua makanan dari susu . Bisa dicoba selama 3 minggu lalu lihat perkembangannya. Jika anak banyak konsumsi gluten, maka peptida akan masuk ke dalam jaringan tubuh dan disimpan sebagai lemak. Diet gluten diberikan sedikitnya 3 bulan, dengan melihat perkembanganya. Peptida juga dapat memberikan efek toksik pada sistem saraf sentral.
Banyak kasus yang menunjukkan kemajuan. Setelah dilakukan diet bebas gluten 7-9 bln. Ada yang baru terlihat setelah 2 tahun.
Susu sapi dan gandum bagi autis tertentu bersifat morfin. Karena protein susu sapi (casein) dan protein gandum (gluten) membentuk kaseomorfin dan gluteomorfin, sehingga bisa mengakibatkan terjadinya gangguan perilaku seperti hiperaktif. Hal itu terjadi karena kebocoran saluran cerna sebagai akibat tidak seimbangnya bakteri dan jamur. Ketidakseimbangan ini biasanya diakibatkan oleh pemakaian antibiotika yg berlebihan yang akan meningkatkan permeabilitas usus. Antibiotika dapat membunuh bakteri flora usus seperti laktobasilus. Sedangkan jamur terutama candida akan tumbuh berlebihan yang akan mengakibatkan selaput dinding usus terganggu.
Dengan terganggunya selaput usus akan menyebabkan berbagai makromolekul protein susu sapi atau zat toksik melewati dinding saluran cerna ke darah. Akibatnya bisa terjadi gangguan susunan dan fungsi otak yang mengakibatkan gangguan tingkah laku, gangguan perkembangan dan gangguan proses belajar.

Diet Bebas Jamur
Diet ini bertujuan untuk mencegah timbulnya kembali infeksi jamur dalam usus. Dilakukan dengan diet rendah gula sederhana. Gula sederhana adalah makanan utama dari jamur yang ada dalam usus penderita autis.
Hasil metabolit dari jamur sering timbulkan kelainan perilaku, sehingga untuk pengganti gula sederhana adalah dengan konsumsi hidrat arang kompleks. Sesuai namanya, semua jenis makanan yang diolah dengan proses fermentasi seperti kecap, tauco, keju, serta kue yang dibuat dengan menggunakan soda pengembang, vermipan, atau sejenisnya, tidak diberikan. Begitu juga makanan yang sudah lama disimpan atau buah-buahan yang dikeringkan

Diet Bebas Zat Aditif
Zat aditif ini termasuk pewarna, penambah rasa monosodium glutamate(MSG), pengawet, pengemulsi. Yang perlu dihindari adalah penambah rasa MSG, penambah aroma, pewarna sintetis, pemanis buatan (aspartama dan sakarin, kafein, polibate nitrat nitrit (pengawet daging).
Sebagai gantinya, untuk memberi warna pada makanan, digunakan pewarna alami seperti daun pandan, daun suji, kunyit, dan bit.
Kebanyakan zat aditif mengandung fenol.Untuk memecah fenol memerlukan sulfur. Sulfur merupakan indikator yang kuat pada hati dan diperlukan untuk proses detoksifikasi. Beberapa zat pewarna dapat merusak DNA yang akan menyebabkan mutasi genetic MSG juga dapat mempengaruhi organ penting, seperti saraf otak.

Konsumsi Makanan
Bagi penyandang autis dianjurkan untuk minum air mineral kemasan atau air yang telah melalui penyaringan, minimal delapan gelas sehari. Hindari makanan junk food, karena makanan ini selain gizinya tidak seimbang, banyak terbuat dari tepung dan sering mengandung lemak jenuh.

Suplementasi
Anak autism umumnya mengalami defisiensi vitamin dan mineral akibat perlakuan diet yang cukup ketat. Dengan demikian, dibutuhkan suplemen makanan seperti kalsium, magnesium, zinc, selenium, vitamin A, B6, C, E, asam lemak esensial, asam amino, kolostrum, enzim, probiotik. (Nuryanto, S.Gz-11).


sumber : http://www.suaramerdeka.com


Nutrisi Dalam Kehamilan


Nutrisi seimbang sangat penting di dalam kehamilan. Makanan yang Ibu makan adalah sumber nutrisi bagi janin di kandungan. Seiring dengan pertumbuhan janin, nutrisi yang dibutuhkan akan semakin meningkat. Langkah pertama untuk membangun pola makan dengan nutrisi seimbang adalah dengan melihat jenis makanan yang akan dikonsumsi. Pada usia kehamilan dini. Kebutuhan kalori ekstra akan didapatkan dengan menambah 3 porsi makanan kecil diantara 3 porsi makan besar, hal ini juga dapat mengurangi rasa mual yang sering terjadi di kehamilan trimester pertama.
Makan sehat juga berarti menghindari jenis makanan dan minuman yang dapat berbahaya, termasuk di dalamnya adalah alkohol, narkotik, dan rokok.
Untuk  nutrisi selama kehamilan, sebaiknya setiap hari Ibu makan 1 atau 2 jenis buah yang kaya akan vitamin C dan minimal 1 porsi sayuran berwarna hijau tua atau kuning tua untuk zat besi ekstra, serat, dan asam folat. Makanlah daging merah sebagai sumber dari zat besi. Berhati-hatilah selalu akan makanan yang Ibu makan, beberapa jenis makanan dapat mengandung bakteri yang berbahaya bagi perkembangan janin. Di bawah ini adalah tabel yang berisikan nutrisi yang sebaiknya Ibu penuhi di dalam kehamilan.
Nutrisi seimbang adalah makanan yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Dalam terjemahannya adalah nasi/kentang/roti, sayuran, daging/ikan/kacang, buah, minyak, dan susu. Apabila kebutuhan tidak dapat dipenuhi melalui makanan maka sebaiknya Ibu mengkonsumsi suplemen dengan anjuran dari dokter kebidanan. (TRH)



Dampak Negatif Susu Kedelai Yang Tidak Diketahui


Oleh : dr. Indiradewi Hestinignsih

                
Tahukah Anda? Susu kedelai bermanfaat jika produk kedelai telah terfermentasi. Namun ”tidak” bermanfaat jika produk tersebut adalah non-fermentasi.
The Cancer Council of New South Wales, Australia telah memperingatkan penderita kanker untuk menghindari makanan yang berbahan dasar kedelai. Peringatan tersebut dilatarbelakangi oleh karena kedelai non-fermentasi akan mempercepat pertumbuhan kanker.
Produk kedelai terbagi menjadi 2 jenis, yakni produk yang terfermentasi adalah tempe, kecap, miso, natto dan kecambah kedelai. Dilain sisi terdapat produk NON-FERMENTASI seperti misalnya tahu dan susu kedelai, dan lainnya,
Pada produk kacang kedelai yang non-fermentasi terdapat kandungan zat yang diyakini membawa dampak buruk dan perlu diperhatikan, diantaranya seperti:

Kanker Tiroid
A)    Goitrogen – komponen yang mengganggu fungsi tiroid, dapat menyebabkan hypotiroid dan juga beresiko menyebabkan kanker tiroid. Untuk terjadi kanker, tergantung banyaknya dan usia.
Berdasarkan Soy Online Service, bayi seharusnya tidak mengonsumsi kedelai sama sekali. Bagi orang dewasa, hanya dengan 30 mg isoflavone (termasuk komponen goitrogen) per hari cukup mengganggu fungsi tiroid. Takaran isoflavon yang perlu diwaspadai ini ada pada 5-8 ons susu kedelai.
B)    Asam Phytic – Kedelai mengandung asam Phytic, yaitu asam yang dapat menghalangi penyerapan mineral seperti misalnya zat besi, kalsium, tembaga, dan terutama seng dalam saluran pencernaan.

Gangguan penyerapan mineral dalam saluran pencernaan.

Seng dibutuhkan untuk perkembangan dan fungsi otak serta sistem syaraf. Juga berperan penting dalam mengendalikan mekanisme kadar gula darah sehingga melindungi dari diabetes serta menjaga kesuburan.
Pada proses fermentasi kandungan asam phytic ini jauh berkurang sampai pada level aman untuk segala umur.
C)    Penghambat Trypsin – mengurangi kemampuan untuk mencerna protein. Pemberian produk kedelai yang non-fermentasi pada bayi dan anak secara teratur akan mengganggu pertumbuhannya. Kacang-kacangan lain yang memiliki kandungan penghambat trypsin yang tinggi adalah kacang lima.

Gangguan pertumbuhan

D)    Nitrat – bersifat karsinogen (penyebab kanker), terbentuk pada saat pengeringan, dan zat beracun lysinoalanin terbentuk selama proses alkalin. Berbagai macam zat aditif buatan, terutama MSG (zat aditif yang merusak sel syaraf) telah ditambahkan pada produk kedelai untuk menyamarkan “aroma kacang”nya yang kuat dan memberikan rasa mirip daging.
E)    Phytoestrogen – Biasanya dipakai untuk membantu mengurangi efek produksi estrogen yang rendah dalam tubuh, kini ditemukan sebagai faktor penyebab kanker payudara dan leukemia pada anak.

Sel Kanker

F)    Aluminum – Dari beberapa penelitian telah diketahui adanya hubungan antara keberadaan aluminium dengan penyakit Alzheimer. Tapi tahukah Anda bahwa susu kedelai mengandung aluminium 11 kali (1100 persen) lebih banyak dibandingkan susu formula biasa?!
G)    Mangan – Produk formula kedelai memiliki kandungan mangan berlebih bagi tubuh kita. Mangan dalam tingkat kecil sangat kita butuhkan untuk membantu sel tubuh kita mengumpulkan energi. Tapi jika berlebih, mangan bisa menyebabkan kerusakan otak seperti pada penyakit Parkinson.
Tingkat kandungan mangan di tiap susu bayi berbeda-beda, yaitu:
  • ASI mengandung 4-6 mcg/L.
  • Susu formula bayi biasa (dari sapi) mengandung 30-50 mcg/L.
  • Susu formula kedelai mengandung 200-300 mcg/L!!!
H)    Terlalu Banyak Omega-6. Produk kedelai non-fermentasi mengandung kandungan Omega-6 yang lebih banyak dibandingkan Omega-3. Ketidakseimbangan rasio antara Omega-3 dengan Omega-6 akan membuat kita rentan terkena penyakit kanker, diabetes, penyakit jantung, arthritis, asma, hiperaktif, dan depresi.
Dampak Bagi Anak Laki-Laki
“Pubertas dini (yang disebabkan oleh produk kedelai) bisa meningkatkan resiko anak laki-laki menderita kanker testicular di saat menjelang dewasa, karena telah terpapar berbagai hormone seks terus menerus,” ujar Marcia Herman-Giddens , peneliti dari  University of North Carolina.
Kandungan berlebih isoflavon memiliki sifat feminisasi, yang akan MENGAKIBATKAN UKURAN KELAMIN BAYI LAKI-LAKI JADI LEBIH KECIL DAN KECENDERUNGAN GENETIKA YANG MENGARAH KE HOMOSEKSUALITAS. Beberapa ahli mempersalahkan pengkonsumsian susu formula bayi sebagai salah satu faktor kecenderungan genetika anak laki-laki menjadi seperti perempuan.
Dampak Bagi Anak Perempuan 
Produk formula kedelai mengandung tingkat hormon sebanyak 240 kali lebih tinggi dibandingkan ASI!
Anak-anak perempuan yang memasuki masa pubertas akan beresiko besar menderita kanker payudara dan juga kista rahim jika mengalami gangguan tiroid karena rutin mengonsumsi produk kedelai non-fermentasi.
Dampak Bagi Wanita Muda
Disamping itu juga didapati bahwa dua gelas susu kedelai sehari dalam satu bulan penuh, mengandung cukup komponen kimiawi yang dapat mengganggu siklus menstruasi wanita. Para wanita yang memakai pil-pil kontrasepsi lebih sering mudah marah-marah seiring adanya gangguan hormonal. Hanya dengan 100 gr dari produk kedelai, mengandung komponen estrogenik yang sama dengan satu pil kontrasepsi.
Dampak Bagi Pria Dewasa
phytoestrogen kedelai menghambat enzim yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan hormone testoteron (hormone pria).
Penelitian terhadap pejantan hewan-hewan juga telah banyak dilakukan, baik dari belalang sampai dengan cheetah. Dari penelitian-penelitian tersebut didapati bahwa kedelai mengakibatkan para pejantan ini kurang percaya diri, kurang agresif, hasrat seksual menurun, dan jumlah sperma  pun berkurang.
Dampaknya pada manusia terlihat lebih lambat daripada pada hewan. Tapi tetap saja berdampak negatif jika kedelai secara rutin diberikan pada pria.[](IND/DA)



sumber : http://www.klikdokter.com

Penyakit Susu dan Kue, Penyakit Baru pada Anak Akibat Salah Makan

 
Jakarta, Susu dan kue, dua hal yang menjadi santapan favorit anak-anak. Selain enak, makanan tersebut dinilai bergizi tinggi, hingga pada akhirnya seorang dokter menemukan ada kondisi aneh yang dipicu oleh konsumsi kedua makanan 'sehat' tersebut.

Seorang dokter spesialis THT anak yang bertugas di Nemours Children’s Hospital di Orlando, Florida bernama dr Julie L. Wei, sudah bertahun-tahun lamanya menemui kasus anak yang sehat, tapi mengalami kondisi berupa hidung meler dan mampet, batuk, sakit tenggorokan, sembelit, dan kelelahan.

Anehnya, anak-anak ini tak juga membaik kondisinya ketika diresepkan obat. Maka dr Wei pun mulai penasaran dan menemukan penyakit yang disebut 'Penyakit Susu dan Kue'. Dia menemukan bahwa dalam banyak kasus, pasien anaknya makan banyak susu dan gula sepanjang hari, juga ngemil tepat sebelum tidur.

Makanan-makanan seperti ini memenuhi perut, kerongkongan, dan menyebabkan refluks, dengan gejala menyerupai pilek dan alergi, serta gangguan tidur. Wei lalu merekomendasikan pasien anaknya untuk berhenti mengkonsumsi susu dan gula sebelum tidur. Gejala penyakitnya pun berkurang signifikan.

"Itulah mengapa saya menyebutnya 'Penyakit Susu dan Kue', karena saya percaya ada begitu banyak anak-anak di Amerika yang mungkin menderita gejala-gejala ini untuk alasan yang sama," kata Wei seperti dilansir Fox News, Senin (15/7/2013).

Menurut American Dietetic Association Foundation, sekitar 25 persen anak-anak memakan camilan setelah makan malam. Wei memperkirakan sekitar 50 sampai 75 persen anak-anak memiliki Penyakit Susu dan Kue karena makan banyak susu dan gula, serta ngemil sebelum tidur. Anak-anak ini sehat, tetapi memiliki berbagai gejala tanpa alasan medis.

Jika menemui anak dengan kondisi serupa, Wei menyarankan hal-hal sebagai berikut:

1. Membuat janji dengan dokter
Jika gejala anak tidak membaik dengan obat-obatan, Wei menyarankan menemui dokter spesialis THT yang bisa memeriksa pembesaran kelenjar gondok atau amandel.

2. Buatlah jurnal makanan
Untuk mengetahui berapa banyak asupan susu dan cemilan yang disantap, sebaiknya bikin jurnal atau catatan makanan sehari-hari. Wei menemukan bahwa orang tua sering terkejut betapa banyak susu dan gula yang dikonsumsi anak-anaknya setiap hari.

3. Hentikan kebiasaan ngemil sebelum tidur
Jangan beri makanan kepada anak 90 menit sampai 2 jam sebelum tidur agar makanan tidak tersimpan di perut sebelum tidur. Cukup beri air saja.

4. Hindari atau kurangi makan susu dan gula di malam hari
Anak masih bisa menikmati es krim, tapi dia harus memakannya setelah sekolah, bukan setelah makan malam.

5. Memberi camilan sehat
Jika anak masih lapar setelah makan malam, daripada semangkuk sereal, berikan pilihan sehat seperti pisang atau keripik gandum yang tak begitu asam.

6. Mengobati sembelit
Makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian dapat meringankan sembelit.


(pah/vit) 
 sumber : klik disini

Yogurt, Sumber Kalsium yang Enak dan Baik Untuk Pencernaan

 

Susu dikenal sebagai sumber kalsium dan protein terbaik untuk tubuh. Tapi bagi orang yang memiliki intoleransi (kesulitan mencerna) laktosa, mengonsumsi susu dapat menyebabkan kembung, kram perut bahkan diare. Cara terbaik untuk mendapatkan manfaat gizi setara susu adalah dengan mengonsumsi yogurt.

Yogurt mengandung bakteri baik yang menyehatkan pencernaan yaitu Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Yogurt sebagai produk olahan susu mengandung kalsium dan protein yang sangat baik, bahkan direkomendasikan oleh WHO untuk menangani dan mengobati diare.*

Minum 1 yogurt setiap hari, penting untuk menyempurnakan diet gizi seimbang. Mau menikmati yogurt yang enak dan menyegarkan? Kini telah hadir Danone Smoothee, minuman yogurt yang terbuat dari susu segar. Tersedia dalam 3 varian rasa buah yaitu Strawberry Bliss, Melon Berry dan Orange Burst.

Danone Smoothee dapat dikonsumsi oleh siapa saja dan baik untuk pencernaan anak-anak maupun dewasa karena mengandung 2 jenis bakteri hidup. Danone Smoothee tidak menggunakan pemanis buatan, hanya terbuat dari susu segar dan gula pasir dalam batasan normal.

Meski belum makan, Danone Smoothee aman diminum karena pH asam lambung 1 sedangkan pH Danone Smoothee 4 jadi secara prinsip, aman. Tapi bagi yang tidak biasa minum susu pada saat perut kosong, sebaiknya konsumsi Danone Smoothee setelah makan.

Demikian pula dengan penderita sakit maag yang ingin menikmati rasa dan manfaat yogurt, tetap dapat mengonsumsi Danone Smoothee setiap hari. Danone Smoothee juga dapat dikonsumsi pada pagi hari. Bagi yang tidak terbiasa minum dingin di pagi hari (Danone Smoothee harus disimpan dalam keadaan dingin), bisa mengonsumsinya setelah sarapan.

Minum 1 botol Danone Smoothee (220ml) setiap hari untuk pencernaan lancar dan memenuhi kebutuhan kalsium serta protein di dalam tubuh. Hadir dalam kemasan yang praktis, Danone Smoothee mudah dibawa kemana-mana.

Danone Smoothee, Smoothee Your Day

*WHO, 2005: http://www.searo.who.int/LinkFiles/CAH_Publications_manual_physicians.pdf



(adv/adv) 
sumber: klik disini 


Otak Bocah Rusak Permanen Karena Dokter Keliru Beri Obat Pilek

 
Washington, Seorang gadis 8 tahun mengalami kerusakan otak permanen dan tak bisa menelan, berbicara, atau berjalan karena dokter keliru meresepkan obat pilek. Lewat perjuangan panjang, pengadilan memutuskan keluarganya mendapat ganti rugi sebesar US$ 15,2 juta atau sekitar Rp 151,8 miliar

Kejadian yang menjadi penyebab malapetaka tersebut sebenarnya terjadi 4 tahun lalu. Pasien bernama MacKenzie Briant lahir pada tahun 2004 dengan kelainan jantung dan telah menjalani transplantasi tak lama setelah kelahirannya. Dia harus rutin meminum obat untuk menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Pada bulan November 2008, MacKenzie yang ketika itu berusia 4 tahun terserang pilek. Ibunya, Elaine Briant, menelepon Rumah Sakit Anak Seattle untuk meminta saran. Kardiolog yang menerima telepon, Dr Cory Noel, kemudian menelepon Dr Yuk Law yang melakukan transplantasi jantung MacKenzie untuk membahas obat apa yang boleh diresepkan.

Dr Law mengaku mengatakan kepada Dr Noel lewat telepon bahwa MacKenzie tidak boleh diberi obat semprot hidung Afrin karena bisa meningkatkan tekanan darah yang akan mengganggu transplantasi jantungnya. Entah tidak mendengar atau lupa, Dr Noel malah meresepkan Afrin untuk mengobati pilek MacKenzie.

Elaine lalu menebus resep dan menyemprotkan ke hidung putrinya. Tak lama kemudian, MacKenzie mengeluarkan suara aneh dan berhenti bernapas. Setelah dilarikan ke rumah sakit, dokter menegaskan bahwa dia mengalami kerusakan otak parah yang akan mengubah hidupnya untuk selamanya.

Setelah kejadian itu, keluarga Briant melakukan perawatan sepanjang hari dan terapi kognitif untuk MacKenzie. Kesemuanya menguras dana dan juga berdampak emosional bagi keluarga yang tinggal di Snoqualmie, Washington ini. Oleh karena itu, hakim memutuskan bahwa rumah sakit harus bertanggung jawab.

"Dokter spesialis anak mengatakan kasus ini tidak berhubungan dengan Afrin, para ahli kami menyimpulkan itu tidak berhubungan dengan Afrin, namun hakim tidak setuju," kata Clarke Johnson, pengacara University of Washington sebagai tergugat seperti dilansir Medical Daily, Senin (15/7/2013).

Pengadilan memutuskan University of Washington harus membayar ganti rugi sebesar US$ 15,2 juta atau sekitar Rp 151,8 miliar kepada MacKenzie. Walau demikian, cacat yang diderita MacKenzie tak bisa disembuhkan. Keluarga Briant mencoba pengobatan terapi sel induk dan berharap bahwa saraf putrinya dapat pulih kembali.

"Saya tidak akan menyerah akan harapan bahwa dia bisa lebih baik. Saya ingin dia merasa bahagia. Saya ingin dia tahu kami mencintainya," kata Elaine.


(pah/vit) 
sumber: klik disini
 
Copyright © 2013. Pusat Layanan Autis Kalsel Kalsel- All Rights Reserved